SMK NEGERI 3 SINGARAJA MEPERINGATI TUMPEK UDUH DENGAN PERSEMBAHYANGAN BERSAMA
Sabtu Kliwon, 28 September 2013 , Warga SMK Negeri 3 Singaraja memperingati Tumpek Wariga. Tumpek yang memiliki nama cukup banyak -- Tumpek Uduh, Tumpek Bubuh dan Tumpek Pengatag -- itu sangat erat kaitannya dengan dunia pertanian. Secara ritual, pada hari itu umat melaksanakan upacara persembahyangan ke
hadapan Batara Sangkara -- manifestasi Tuhan dalam menciptakan kesuburan
tumbuh-tumbuhan. Dalam konteks kekinian, perayaan hari keagamaan seperti
ini tentu tidak hanya berhenti pada kegitan ritual semata. Lebih dari itu, umat dituntut untuk mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Tumpek Bubuh dalam kehidupan sehari-hari.
Sesungguhnya, perayaan Tumpek Bubuh salah satu komponen penting dalam mengimplementasikan Wawasan Wiyata Mandala pada konteks mengajegkan konsep Tri Hita Karana. Salah satu unsur penting dalam konsep itu adalah hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungannya, dalam kaitan ini hubungan manusia dengan tumbuh-tumbuhan. 'Ajaran yang terkandung dalam Tumpek Bubuh ini sangat luhur. Umat bukan hanya mesti menghargai ciptaan Tuhan, tetapi sekaligus melestarikan tumbuh-tumbuhan yang telah mensejahterakan kehidupannya.
Alasannya, jika lingkungan khususnya tumbuh-tumbuhan secara kuantitas dan kualitas tidak sesuai dengan kebutuhan maka manusia akan menjadi sangat menderita. Karena itu, sangat wajar umat memberikan dukungan sepenuhnya kepada petani.
Tumbuh-tumbuhan,telah memberikan banyak manfaat bagi umat manusia. Tumbuh-tumbuhan memberikan prana berupa oksigen, keteduhan, perlindungan dan sumber makanan bagi manusia. Bahkan, dalam Canakya Nitisastra dan sumber-sumber lainnya disebutkan, sesungguhnya hidup manusia dengan lingkungan saling mengisi atau saling melengkapi yang dikenal dengan istilah simbiosis mutualisme.
Jika lingkungan mengalami disharmoni, tentu akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Misalnya, jika hutan yang tersedia mengalami kegundulan akibat adanya penebangan liar, maka uap air sebagai cikal bakal hujan tidak akan bisa menghendap. Demikian juga bila terjadi hujan lebat, akan terjadi banjir besar karena tidak ada pohon yang menahan air.
Ditinjau dari nuansa religius spiritual, tumbuh-tumbuhan adalah evolusi lebih awal dari kehidupan manusia. Hal itu diakui oleh Darwin dan Maharsi Patanjali. Ditinjau dari kebutuhan manusia akan makanan, tumbuh-tumbuhan telah memberi penghidupan.
Karena itu, Tumpek Wariga ini mesti dijadikan tonggak untuk memelihara kelestarian lingkungan, khususnya tumbuh-tumbuhan. Apalagi, di Bali saat ini hutan-hutan mulai gundul, bahkan kini telah ditebang untuk pemukiman. Ini tentu akan sangat mengganggu ekosistem yang ada.
Pada Tumpek Bubuh itu manusia memberi penghargaan dan kasih sayang terhadap tumbuh-tumbuhan agar berbuah banyak, berbunga lebat dan berumbi untuk kepentingan yadnya --persembahan kepada Tuhan pada hari raya Galungan, 25 hari setelah Tumpek Bubuh.
Banyak yang beranggapan bahwa Tumpek Bubuh hanya 'milik' para petani di pedesaan, sehingga para pegawai tidak perlu merayakannya. Anggapan semacam ini sangat keliru karena pengertian Tumpek Bubuh tidak sesempit itu. Umat manusia, termasuk para pegawai, mesti sadar bahwa mereka juga hidup karena tumbuh-tumbuhan -- kendati untuk membeli buah, sayur dan beras, mereka cukup menyediakan uang dari hasil kerjanya.
Sesungguhnya aplikasi nilai-nilai yang terkandung dalam Tumpek Bubuh bukan hanya untuk kepentingan umat Hindu, tetapi juga umat lain. Tanpa tumbuh-tumbuhan, umat manusia tidak akan bisa hidup. 'Jadi nilai yang terkandung dalam Tumpek Bubuh sangat universal. Karena itu, melalui perayaan Tumpek Bubuh, umat manusia mengucap syukur kepada Tuhan karena telah diberi kehidupan,' ujarnya.
Melalui peringatan itu, umat diingatkan dan disadarkan kembali bahwa dunia pertanian memang penting. 'Jadi, peringatan Tumpek Bubuh bisa dikatakan semacam metode untuk menyadari manusia akan pentingnya tumbuh-tumbuhan,' katanya.
Melalui perayaan itu umat, khususnya Warga SMK Negeri 3 Singaraja mengaturkan rasa bakti kepada Tuhan karena telah diciptakan beragam tumbuh-timbuhan yang telah banyak membantu kehidupan manusia.
Wakabid HIM

