JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS
DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
Wakapolres Buleleng Bapak Kompol I Nyoman Suwija, S. Sos beserta staf mengadakan sosialisasi tentang keselamatan berlalulintas di SMK Negeri 3 Singaraja pada hari Selasa tanggal 29 Januari 2013 bertempat di aula SMK Negeri 3 Singaraja. Sosialisasi ini dilaksanakan mengingat semakin meningkatnya jumlah kecelakaan lalulintas yang terjadi. Kasatlantas Polres Buleleng Bpk Ronny R. menyampaikan bahwa 85 % kecelakaan terjadi pada usia produktif yaitu usia 14-21 tahun. Adapun salah satu contoh kesulitan yang dihadapi adalah tidak adanya sarana angkutan umum bagi pelajar SMP menuju sekolah di beberapa daerah di Buleleng. Sementara Surat Ijin Mengemudi baru bisa diperoleh pada umur 17 tahun sebagai legalitas perlindungan para pengemudi secara hukum saat mengendarai kendaraan bermotor disamping juga sebagai alat pengenal diri.
Pada kesempatan itu Wakapolres diantaranya menyampaikan tentang pentingnya ‘disiplin’ serta ‘ketahanan & keamanan sekolah’ terkait dengan sikap dan perilaku sesuai dengan aturan yang ada. Disiplin adalah ketaatan terhadap aturan-aturan yang berlaku baik atuaran di sekolah, lalu lintas dll. Sedangkan Ketahanan & Keamanan Sekolah adalah dinamisasi sekolah untuk mampu menangkal dan mencegah berbagai macam gangguan dari dalam dan luar. SMK Negeri 3 sudah membentuk disiplin sekolah seperti menutup pintu gerbang sekolah pada jam 7 wita. Diharapkan disiplin sekolah ini dapat selalu dipertahankan dan ditingkatkan.
Smart Riding
Cara Aman Berkendara
Walau mengoperasikan sepeda motor terkesan mudah, pengendara motor justru wajib memperhatikan 14 peraturan keselamatan yaitu:
- Selalu gunakan helm berstandar SNI agar melindungi pengendara dan penumpang jika terjadi kecelakaan. Helm juga berfungsi sebagai penahan terpaan angin, debu, atau partikel lain yang mungkin berbahaya seperti kerikil.
2. Gunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut supaya paparan polusi ke dalam tubuh berkurang.
3. Jangan lupa memakai jaket untuk melindungi tubuh pengendara dan penumpang dari sinar matahari dan angin supaya kesehatan terjaga.
4. Pakai selalu sarong tangan. Meski terlihat sepele, sarong tangan sangat berguna. Selain melindungi kulit dari sinar matahari, sarong tangan juga mencegah kulit tangan bersentuhan langsung dengan aspal jika terjadi kecelakaan atau terjatuh.
5. Gunakan celana panjang yang terbuat dari Jeans atau berbahan tebal. Gunanva, melindungi kulit dari sinar matahari dan mengurangi resiko terjadim-a luka jika terserempet atau terjatuh
6. Bagi perempuan, hindari penggunaan rok panjang selama mengemudi atau membonceng. Rok panjang yang "berkibar" akibat angin beresiko tersangkut atau mengenai rantai sepeda motor sehingga dapat menimbulkan kecelakaan.
7. Tanggalkan sandal atau sepatu berhak tinggi ketika berkendara. Gunakan sepatu ringan bersol karet atau sepatu boots dikala hujan. Bertelanjang kaki, bersandal, atau bersepatu hak tinggi beresiko luka jika terjadi kecelakaan, mengganggu kenyamanann dan konsentrasi karena hawa papas mesin.
8. Taati peraturan lalu lintas untuk meminimalkan kecelakaan, baik bagi pengendara maupun pengguna j alan lainnya.
9. Jangan membawa barang atau penumpang melebihi kapasitas. Sebagai catatan, sepeda motor jenis matic dan bebek memiliki Batas beban seberat 150 kg dap sepeda motor jenis sport memiliki Batas beban seberat 160 kg. Membawa beban berlebih memungkinkan kehilangan keseimbangan. Bila sering dipaksakan, mesin, ban, rantai dan shock breaker sepeda motor bisa rusak, serta penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih boros.
10. Hindari memodifikasi bentuk sepeda motor agar tidak mengurangi kenyamanan dap keamanan. Pasalnya stang, spion, knalpot, mesin, lampu, atau ban sudah melalui prows uji coba dan perhitungan matang.
|
11. Jangan menaruh tas disetang atau diantara kedua kaki agar tidak mengurangi keseimbangan selama berkendara dan tidak mengurangi ruang kaki selama berkendara.
12. Ketika membonceng penumpang, pastikan penumpang menggunakan peralatan keselamatan standar berkendara.
13. .Tangan membawa penumpang lebih dari satu orang. Pasalnya, desain sepeda motor memang dibuat untuk dua orang. Jika terpaksa membawa anak, posisi anak harus berada ditengah supaya is terlindung dari angin dan debu serta aman selama berkendara.
14. Posisi duduk penumpang yang benar adalah menghadap ke depan, bukan menyamping. Lutut tidak boleh lebih lebar daripada setang sepeda motor dan kaki ditaruh dipijakan kaki (footstep) dengan ujung jari menghadap ke depan. Posisi menghadap ke depan ini membuat penumpang lebih waspada terhadap kondisi jalan raya, menjaga keseimbangan dengan baik, dan nyaman selama berkendara.
SumSumber: Siswanto, Instruktur Safety Riding Promotion dari PT Wahana Makmur Sejati (main dealer sepeda motor Honda).
Penulis: Edwin Yusman F. |

