Saturday, 04 Sep 2010
Anda Sedang Berada di Sistem Informasi SMKN 3 Singaraja: Gunakan Chrome / Mozilla FireFox Untuk Tampilan Terbaik Home Pembelajaran

Slide Show Gambar

Pengunjung Kami

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini589
mod_vvisit_counterKemarin549
mod_vvisit_counterMinggu Ini3136
mod_vvisit_counterBulan Ini2246
mod_vvisit_counterTotal99856

IP Anda : 38.107.191.80
Now is: 2010-09-04 22:52

Login Form



Pembelajaran PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 July 2009 02:14

Budaya mutu telah menjadi komitmen dalam melaksanakan sistem pembelajaran di SMK Negeri 3 Singaraja. Hal tersebut dilakukan dengan jalan mendisain pembelajaran secara inovatif dengan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Melalui penerapan sistem belajar tuntas serta strategi pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), diharapkan masalah relevansi pendidikan kejuruan dengan tuntutan dunia kerja dapat terpenuhi untuk memudahkan dalam pemasaran tamatan.

Program PSG dilaksanakan dengan dua sistem pembelajaran yakni: pembelajaran di sekolah dan pembelajaran di industri melalui Praktek Kerja Industri (Prakerin). Sebagai implikasinya SMK Negeri 3 Singaraja dituntut mampu menjalin kemitraan dengan dunia kerja khususnya Dunia Usaha/Dunia Industri dengan melibatkan dalam ikut merencanakan dan mengembangkan program pendidikan kejuruan dalam upaya mengubah out-put  menjadi out-come sebagai asset Sumber Daya Manusia yang bermanfaat ekonomi.

Oleh karena demikian jalinan kemitraan SMK Negeri 3 Singaraja dengan dunia kerja yang disebut sebagai industri pasangan diperluas jaringannya tidak saja di provinsi Bali tetapi juga di luar Bali seperti: Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Sumatra selatan, dengan harapan dapat menampung tamatan sebagai tenaga kerja yang siap pakai.

Kerjasama dengan pihak industri sangat penting artinya bagi proses pendidikan di sekolah menengah kejuruan, sebab disamping sebagai mitra dalam proses pendidikan, Dunia industri juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi tamatan yang membutuhkan pekerjaan sesuai dengan keahlian kejuruannya. Untuk itu proaktif sekolah sangat menentukan dalam mencari/membuka kerjasama dengan pihak industri sebaliknya juga diharapkan industri mau terbuka sehingga terjadi link and match antara produk berupa SDM yang dihasilkan sekolah dengan kebutuhan spesifik Dunia Usaha dan Dunia Industri.
Last Updated ( Friday, 25 September 2009 04:20 )